Menggaet Warga Lewat Wisata Murah Meriah

BUMDes Citra Mandiri dari Desa Arjasa, Jember menggenjot usaha wisata murah meriah wahana kolam renang yang kian diminati masyarakat.

Riuh suara riang anak-anak menyeruak dari wahana kolam renang berbentuk menyerupai angka delapan yang berada di Dusun Tegal Bago, Desa Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Puluhan anak-anak itu, tengah asik berenang dan bermain air di wahana kolam yang tak begitu dalam. Namanya kolam renang anak Citra Mandiri. Dalamnya hanya setinggi lutut orang dewasa saja. Di sekeliling kolam terdapat gazebo beratap ijuk dan jajaran warung yang menjual berbagai macam makanan dan minuman.

Di sebelah utara kolam terlihat excavator atau beko tengah meratakan gundukan tanah. “Itu, dibersihkan untuk pembangunan kolam renang orang dewasa,” Kata Mamad salah seorang pengelola wisata.

Wahana kolam renang anak yang mempunyai panjang 21 meter dengan lebar 12 meter tersebut merupakan bagian dari Wisata Citra Mandiri (WCM). Sebuah wisata keluarga terpadu yang tengah dikembangkan oleh Pemerintah Desa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember.

Karena masih baru, kawasan wisata Citra Mandiri masih belum sepenuhnya selesai dikerjakan. Sejumlah wahana wisata yang dirancang seperti kolam renang untuk orang dewasa, wahana memanah, camping ground, gazebo pertemuan, dan stand UMKM khusus produk Desa Arjasa masih dalam proses pembangunan.

Mengawali pengembangan wisata keluarga terpadu itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Arjasa terlebih dahulu membangun wahana kolam renang anak. Wahana kolam renang anak sendiri baru dibangun oleh Pemdes Arjasa pada tahun 2022 dengan anggaran Dana Desa (DD) sebesar Rp 392 juta, kemudian diresmikan pada awal tahun 2023.

Luas keseluruhan untuk pengembangan Wisata Citra Mandiri berdiri adalah 2 hektare. Tanah itu, merupakan tanah kas desa yang selama ini belum terurus dengan baik.

Wisata ini dikelola sepenuhnya oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Arjasa, yang memiliki nama BUMDes Citra Mandiri. Bagi, BUMDes Citra Mandiri ini bukan usaha yang pertama karena sebelumnya telah menjalankan dua bidang usaha yang lebih dahulu berhasil. Yakni, penggilangan daging dan jasa fotocopy yang beromset jutan rupiah setiap bulannya.

Keberhasilan, BUMDes Citra Mandiri dalam mengelola unit usaha desa, menjadi nilai kepercayaan. Karena itulah kini, BUMDes dipercaya merancang dan mengelola unit usaha di bidang wisata.

Rizal Firmansyah Direktur BUMDes Citra mandiri menceritakan, sebelum dibangun tempat wisata. Mulanya, pada tahun 2021 BUMDes menginisiasi dibukanya pusat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner Desa Arjasa di lahan milik desa. “Awal kita buka angkringan. Itu, tahun 2021,”katanya.

Diinisiasinya pembukaan pusat UMKM itu, dimaksudkan agar warga memiliki sumber pendapatan baru. Setahun berjalan, Rizal melihat tanah kas desa tempat dibukanya pusat UMKM tersebut, memiliki potensi yang cukup jika dikembangkan sebagai tempat wisata.

Bukan tanpa alasan, tanah seluas 2 hektar milik desa dengan topografi berundak sedikit menjorok ke lembah. Udara dilokasi ini terasa sejuk serta lanskap pepohonan yang rimbun. Kemudian tak jauh dari lokasi, terdapat tandon air besar yang selama ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan air warga sekitar. Melihat potensi tersebut, ia mengusulkan pembangunan wisata wahana kolam renang ke pihak desa.

Beruntung usulannya membuahkan hasil. Pihak Pemdes melalui dana desa menganggarkan pembangunan wahana kolam renang untuk anak. Lengkap dengan berbagai interior kolam seperti prosotan, toren air bergerak, air mancur, patung lumba-lumba, patung kura-kura, gazebo bambu dan pernak pernik penunjang lainya.

Meski baru, Wisata Citra Mandiri langsung diserbu banyak pengunjung dari berbagai Kecamatan di Jember. Bahkan dari luar kota seperti Bondowoso dan Malang. Para pengunjung yang datang, kata Rizal, tertarik lantaran melihat keindahan Wisata Citra Mandiri dari akun media sosial. “Saya juga kaget, kok bisa viral,” ujarnya bangga.

Dua Strategi Tarik Pengunjung

Selain, memiliki daya tawar panorama yang indah nan sejuk , pihak pengelola memiliki dua strategi agar tempat ini selalu ramai pengunjung. Dua strategi ini, pertama, terlebih dahulu menyediakan wahana kolam renang khusus untuk anak. Kedua, menerapkan sistem wisata murah.

Untuk strategi pertama, secara umum semua anak senang bermain air. Desain kolam renang awal diprioritaskan untuk anak-anak usia dini hingga sekolah dasar (SD).

“Misal anaknya seneng terus ngajak kesini, berenang. Orang tua pasti gak bisa nolak,”katanya sambal senyum.

Sementara, strategi yang kedua, yakni sistem wisata murah. Sistem ini disebut Rizal manjur membuat pengujung balik lagi. Bagaimana tidak, untuk masuk Wisata Citra Mandiri, BUMDes Citra Mandiri selaku pengelola utama hanya menarik Rp 2.000 ribu. Biaya lainya hanya parkir, untuk sepada motor Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000.

“Pertanyaannya kenapa murah? ya, supaya pengunjung itu, balik lagi terus ngajak saudara atau teman,” katanya.

Namun, strategi wisata murah ini, menurut Rizal bukan tarif baku dan ada kemungkinan naik sesuai pengembangan fasilitas dan wahana.

“Sementara tarif, segini dulu. Nanti orang sudah kenal, wahana sama fasilitas sudah lengkap. Kita juga akan sesuaikan harganya,”katanya.

Berdasarkan data kunjungan, Wisata Citra Mandiri memang tergolong wisata baru yang cukup diminati. Dihari-hari biasa jumlah pengunjung mencapai ratusan orang dengan rata-rata income per hari sebesar Rp 1 juta. Diakhir pekan, hari Sabtu atau Minggu jumlah pengunjung bisa membludak dan mencapai 1.500 – 2.500 pengunjung.

BUMDes Citra Mandiri tidak hanya menjadi motor penggerak usaha wisata yang menjanjikan kepada Pemdes dan masyarakat Desa Arjasa. BUMDes di bawah pimpinan Rizal ini juga menyerap tenaga kerja. Setidaknya ada 12 orang yang terlibat dari warga lokal. Mulai penjaga parkiran, petugas kebersihan, hingga penjaga loket dengan upah per bulan sebesar Rp 1,2 juta.

Tak hanya menyerap tenaga kerja saja, wisata Citra Mandiri ini berdampak pada ekonomi lokal. Kini, ada 6 warung milik warga dan di luar pintu gerbang sejumlah pedagang keliling seperti penjual cilok, telur gulung, es cendol, somay, mainan anak-anak juga ketiban untung.

Terkait sumbangan PADes, Wisata Citra Mandiri menggunakan skema bagi hasil dengan Pemdes. Hitungannya, 30 persen pendapatan bersih setelah dipotong operasional wisata, wajib disumbangkan kepada pihak desa.

“Misal, satu bulan kita dapat 30 juta. Operasional sama bayar pegawai habis 15 juta. Sisa 15 juta, 30 persenannya kita setor ke desa. Sementara sisanya kita gunakan untuk pengembangan,” ujar Rizal.

Wisata Citra Mandiri dibuka setiap hari dari pukul 08.00 WIB – 16.00 WIB, khusus angkringan dibuka sampai pukul 23.00 WIB. Sementara wahana kolam renang anak setiap hari Jum’at ditutup, untuk menjaga kebersihan kolam.

“Harganya terjangkau,” ujar Lili Yati, salah satu pengunjung yang rutin mengantar anaknya liburan ke Citra Mandiri. Menurut pengunjung lainnya, Rahvita Andriana, keberadaan BUMDes Citra mandiri bisa menjadi contoh BUMDes lainnya.

Rahvita berharap wisata Citra Mandiri terus mengelola wisatanya dengan professional dan mempercepat pembangunan wahana lainnya agar tak membosankan.

Urun Rembug

Direktur BUMDes Citra Mandiri, Rizal senang dengan perkembangan desanya. Sekaligus terus bekerja keras agar kinerja wahana Citra Mandiri semakin berkembang. Termasuk mengajak investor untuk urun rembug membantu keberadaan wahana ini. Menurutnya, investasi di wahana ini prospek karena sudah punya pasar tersendiri dan selalu ramai oleh pengunjung.

BUMDes Citra Mandiri terus bergerak membenahi wahana wisata murah namun tidak murahan. Berbagai fasilitas digenjot agar wahana ini semakin berkembang. Termasuk meningkatkan kemampuan layanan dan dampaknya pada masyarakat sekitar.

Sumber : Lokadata

Show More
Back to top button
Close